• HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN MASA PUBERTAS PADA SISWA KELAS VI DI SD NEGERI 03 TRAYEMAN KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL
    Vol 2 No 7 (2017)

    Saat ini pengetahuan kesehatan reproduksi pra remaja masih rendah sehingga pra remaja menjadi kurang terarah dalam memasuki perubahan masa pubertas, karena mereka tidak memiliki pengetahuan, dan pemahaman untuk mempersiapkan dirinya menghadapi perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi perubahan masa pubertas pada siswa kelas VI  di SD Negeri 03 Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September dengan sampel 25 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh .Metoda pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil : Uji statistik Kendal Tau diperoleh nilai korelasi 0,705 yang berarti korelasi positif, dengan demikian Ho ditolak dengan nilai p value 0,000. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil sebagian besar responden (66,7%) mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi remaja dan sebagian besar responden (73,2%) siap menghadapi perubahan masa pubertas. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi perubahan masa pubertas pada siswa kelas VI  di SD Negeri 03 Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Dengan adanya hasil penelitian tersebut diharapkan pihak institusi SD Negeri 03 Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal  lebih meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja sehingga siswa siap menghadapi perubahan yang terjadi pada masa pubertas.

  • SISTEM PELAKSANAAN PONED DI PUSKESMAS KABUPATEN PATI
    Vol 2 No 6 (2017)

    Kasus kematian ibu bersalin di Kabupaten Pati dalam tiga tahun terakhir cenderung meningkat pada tahun 2009 sampai 2011, padahal di kabupaten Pati sudah terdapat 3 puskesmas PONED. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan puskesmas PONED di Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, FGD dan observasi. Informan utama sejumlah 6 orang terdiri dari dokter, bidan dan perawat pelaksana PONED. Informan triangulasi sebanyak 21 orang terdiri dari kepala puskesmas, bidan desa, Seksi Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta ibu hamil dan atau ibu bersalin resiko tinggi yang dirawat di puskesmas PONED. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan dari aspek input, pelaksanaan PONED di puskesmas X terkendala oleh kurangnya komitment dari tenaga dokter untuk shit jaga, sedangkan di puskesmas Y dokter tidak percaya diri dalam menangani kasus kegawatan. Dari aspek proses, sosialisasi terhadap pelaksana PONED di puskesmas X belum dilaksanakan, sedangkan di puskesmas Y sudah dilaksanakan dengan baik. Dari segi output, jumlah kasus yang diterima di Puskesmas X lebih sedikit dibandingkan puskesmas Y yang baru aktif tiga bulan terakhir, dan response time di Puskesmas X kurang karena berkaitan dengan tidak adanya dokter selain shift pagi. Tidak ada kasus kematian dan kesakitan akibat penanganan di puskesmas PONED dalam waktu satu tahun terakhir. Disimpulkan bahwa permasalahan dalam pelaksanaan puskesmas PONED di puskesmas X adalah ketenagaan karena dokter tidak jaga shift selain pagi, tidak ada sosialisasi dan komunikasi dari kepala puskesmas kepada pelaksana PONED, sedangkan di puskesmas Y terkendala dokter tidak percaya diri dalam menangani kasus kegawatan.

     

  • PENGARUH PEMBERIAN YOGURT PADA IBU HAMIL TERHADAP HIPERTENSI GESTASIONAL
    Vol 2 No 5 (2017)

    Hipertensi merupakan gangguan paling sering dalam kehamilan dan penting diperhatikan karena menyebabkan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi pada maternal dan perinatal. Hipertensi dapat menjadi suatu komplikasi yang mematikan, yaitu pendarahan dan infeksi, yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan angka kematian ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian yogurt pada ibu hamil trimester II dan III dengan hipertensi kehamilan Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperiment Design dengan pendekatan Static Group Comparison. Populasinya adalah ibu hamil trimester II dan III dengan hipertensi kehamilan yang berada di wilayah kerja puskesmas Karang Ploso. Pengambilan sampel menggunakan  teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 18 orang ibu hamildenganhipertensi. Pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara pada sampel, data dianalisa menggunakan tabelsilang.  Dari hasil penelitian didapatkan bahwa penurunan tekanan darahyang di beri perlakuan (yogurt) ≤ 7 hari yaitu sebanyak 6 orang ( 67% ), dan 3 orang penurunan tekanan darah ≥ 7 hari (33%) sedangkan responden yang tidak diberi yogurt penurunan tekanan darah ≤ 7 hari sebanyak 2 orang ( 22 %), penurunan tekanan darah ≥ 7 hari sebanyak 7 orang ( 78% ). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa H1 diterima ada pengaruh pemberian yogurt pada ibu hamil dengan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat dijadikan informasi bahwa salah satu susu fermentasi bakteri ( yogurt ) dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil. Sebagai tambahan untuk pengembangan peneliti – peneliti selanjutnya dan menjadi salah satu ilmu pengetahuan baru dalam bidang kesehatan.

  • STUDI FENOMENOLOGI: PERAN DUKUN DALAM KESEHATAN IBU DAN BAYI DI KABUPATEN BREBES
    Vol 2 No 4 (2017)

    Dukun bayi merupakan bagian integral kesehatan ibu dan anak dalam masyarakat. Praktek dukun bayi umumnya jauh dari prinsip keamanan dan kebersihan, sehingga dapat berisiko terjadinya kematian. Adanya pembinaan dukun bayi dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan ibu dan bayinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan informaansi mengenai praktek dukun bayi dan bagaimana perannya dalam kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan informan utama adalah wanita yang menggunakan jasa dukun bayi selama masa kehamilan hingga nifas. Informan diambil secara purposive sampling dan snowballing sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dukun bayi memiliki kemampuan khusus dalam hal supranatural. Oleh karena itu dukun bayi masih dipercaya untuk melakukan ritual dan upacara adat yang berkaitan dengan kehamilan dan nifas. Selain itu, dukun bayi dipercaya masyarakat untuk mendampingi ibu selama bersalin. Masyarakat telah tinggal lama dengan dukun bayi sehingga masyarakat lebih nyaman dan tenang apabila dukun bayi mendampingi dan memantau kemajuan persalinan. Dalam pembinaan dukun diajarkan untuk memastikan kebersihan selama proses persalinan. Dukun bayi telah mempraktekkan prinsip bersih sehingga dapat membantu menurunkan risiko terjadinya infeksi. Tradisi di masyarakat Kemurang salah satunya adalah pijat perut. Pijat perut sangat bertentangan dengan ilmu medis karena dapat menyebabkan rupture uteri maupun lilitan tali pusat pada janin. Hal tersebut dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayinya.

  • HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) 2015 PADA MAHASISWA DIII KESEHATAN SEMESTER IV DI WILAYAH KOTA PEKALONGAN
    Vol 2 No 3 (2017)

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan sebuah kerjasama antar negara yang tergabung dalam organisasi Association of Southeast Asian Nations(ASEAN) yang bertujuan agar terciptanya aliran bebas barang, jasa, tenaga kerja terlatih dan investasi. Adanya MEA bagi mahasiswa dapat menjadi peluang sekaligus tantangan setelah mahasiswa tersebut lulus dan terjun di dunia pekerjaan, oleh karena itu mahasiswa perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi MEA sehingga mampu bersaing dengan tenaga kesehatan asing. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kesiapan dalam menghadapi MEA pada mahasiswa D III kesehatan semester IV di wilayah Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik, dengan sampel mahasiswa DIII kesehatan semester IV di wilayah Kota Pekalongan sejumlah 151 reponden dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa kategori pengetahuan mahasiswa sebagian besar Cukup (47,7%), dengan kategori kesiapan mahasiswa yaitu Siap (90,7%). Berdasarkan uji analisa data didapatkan p value 0,003 (α ≤ 0,05) dengan keeratan hubungan 0,239 yang termasuk kategori rendah. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi MEA meskipun tidak terlalu erat dikarenakan kurangnya informasi yang didapat. Disarankan untuk mahasiswa lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi MEA.

  • IMPLEMENTASI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA 6-11 BULAN DI KELURAHAN JENGGOT KOTA PEKALONGAN
    Vol 2 No 2 (2017)

    ASI merupakan sumber nutrisi bagi bayi yang diberikan sejak awal kelahirannya hingga berusia 6 bulan. Selain mendapatkan ASI , bayi yang berusia lebih dari 6 bulan akan diperkenalkan dengan makanan keluarga yang sudah dimodifikasi. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) inilah bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi untuk pertumbuhan. Namun pemberian MP-ASI di masyarakat tradisional mulai diperkenalkan kepada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) 2) mengetahui pengetahuan, 3) kebiasaan ibu di Kelurahan Jenggot dalam memberikan MP-ASI kepada bayi, 4) mengetahui jenis MP-ASI yang diperkenalkan pertama kali kepada bayi, 5) jenis MP-ASI yang dikonsumsi bayi saat ini. Penelitian ini merupakan rancangan penelitian kualitatif yang dilakukan secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 2 ibu di Kelurahan Jenggot yang memiliki bayi berusia 6-11 bulan dan sudah memberikan MP-ASI kepada bayinya. Informan triangulasi penelitian ini adalah bidan, kader kesehatan, dan dukun bayi setempat. ibu dengan bayi usia 6-11 bulan ada yang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan mulai mengenalkan makanan pendamping ASI setelah bayi berusia lebih dari 6 bulan. Namun, ada juga ibu yang memberikan MP ASI dini kepada bayi karena mengikuti budaya yang masih berkembang di masyarakat, yaitu sudah mulai memberikan pisang kerok kepada bayi yang berusa lebih dari 40 hari. Masyarakat di Kelurahan Jenggot masih berpegang erat pada budaya sehingga susah untuk merubah kebiasaan walaupun sudah diberikan pendidikan kesehatan oleh tenaga kesehatan, kader, maupun dukun bayi. Pendidikan kesehatan mengenai MP ASI sudah diberikan sejak masa kehamilan ibu sampai masa nifas masih belum efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan merubah budaya di masyarakat yang memberikan MP ASI dini kepada bayi yang berusia kurang dari 6 bulan, sehingga disarankan adanya pendidikan kesehatan mengenai MP-ASI kepada keluarga untuk ikut serta memberikan dukungan.

1 - 16 of 16 items 1 2 > >>