• BERAT BADAN LAHIR RENDAH BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DI WILAYAH PUSKESMAS JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS
    Vol 3 No 9 (2018)

    Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan penyakit nutrisi yang banyak terjadi di seluruh dunia, hal ini berpengaruh kepada perempuan pada masa reproduksi dan anak- anak usia kurang dari 5 tahun dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti penurunan kecerdasan dan perkembangan motorik serta perilaku. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa ADB berkaitan dengan prematur atau bayi berat badan lahir rendah (BBLR), jenis kelamin, dan durasi menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian anemia defisiensi besi berdasarkan jenis kelamin, riwayat kelahiran prematur atau BBLR , riwayat pemberian ASI Eksklusif dan status gizi pada anak usia 12- 36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas. Penelitian  crosssectional, dengan jumlah sampel sebanyak 153 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pengukuran berat badan untuk menilai status gizi balita serta pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui kadar Hb dan feritin serum. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian ADB di wilayah Puskesmas Jatilawang sebesar 18,4%.  Balita dengan jenis kelamin laki- laki memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian ADB (OR: 230,53) dan dengan riwayat kelahiran premature/ BBLR memiliki hubungan yang signifikan besar kedua (OR : 141,32). Sedangkan riwayat pemberian ASI Eksklusif dan balita dengan status gizi kurang memiliki risiko sebesar 61 kali dan 10,4 kali mengalami ADB. Program skrinning anemia defisiensi besi pada anak balita perlu dilakukan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya penanggulangan dini kejadian anemia.

  • FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN JAMU TRADISIONAL PADA IBU HAMIL UNTUK KESEHATAN IBU DAN ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS KEMBARAN II BANYUMAS
    Vol 3 No 8 (2018)

    Praktek penggunaan jamu tradisional dalam pemeliharaan kesehatan termasuk dalam masa kehamilan dan nifas di masyarakat merupakan budaya yang diwariskan secara turun menurun dari orang tua. Bidan sebagai tenaga kesehatan di masyarakat mempunyai tugas untuk melakukan promosi terkait penggunaan jamu tradisional yang bermafaat dan aman bagi kesehatan, serta mengedukasi untuk menghindari penggunaan jamu yang merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan jamu tradisional untuk kesehatan ibu dan anak.  Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan diambil secara purposive, pada 6 orang partisipan primer dan 4 orang partisipan sekunder sebagai triangulasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif  Miles dan Huberman. Berdasarkan penelitian didapatkan dua tema, yaitu terdapat faktor sosial dan faktor psikologis yang mempengaruhi penggunaan jamu tradisional untuk kesehatan ibu dan anak. Tema pertama tentang faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan jamu tradisional terdiri dari: 1) Informasi penggunaan jamu tradisional merupakan informasi dan pengalaman turun menurun dari orang tua, 2) Dukungan dari suami dan keluarga, 3) Tersedianya penjual jamu gendong dan dukun bayi yang menyediakan jamu untuk masa nifas dan menyusui, dan 4) Informasi dari bidan tentang obat tradisional. Tema kedua tentang faktor psikologis yaitu adanya keyakinan dan kepercayaan pengggunaan jamu tradisional.

  • PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL (HIV, HEPATITIS DAN SIFILIS) DILINGKUNGAN POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA
    Vol 3 No 7 (2018)

    Perkembangan permasalahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) semakin lama semakin mengkhawatirkan baik dari sisi kuantitatif maupun kualitatif. Infeksi HIV tertinggi terjadi pada usia produktif yaitu pada umur 25-49 tahun sebesar 71,8%. Usia remaja merupakan usia yang paling rentan terinfeksi HIV/AIDs dan Penyakit Menular Seksual (PMS) lainnya. Data Dinas Kesehatan Kota Tegal menyebutkan jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 230 dengan rincian 111 menderita HIV, 119 AIDS, dan 44 meninggal dunia. Banyaknya kasus HIV/AIDS yang terjadi di Indonesia terutama pada usia produktif, sebagian besar disebabkan karena rendahnya pengetahuan tentang HIV/AIDS pada kelompok remaja.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Penyakit Infeksi Menular Seksual (HIV, Hepatitis dan Sifilis) dilingkungan Politeknik Harapan Bersama”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan rancangan pre eksperimen dengan teknik one group pretest posttest design. Subjek penelitian sebanyak 60 mahasiswa. Analisa data menggunakan uji wilcoxon. Hasil peneltian menunjukkan nilai P < 0,05 yang artinya pendidikan kesehan memberikan pengaruh terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Penyakit Infeksi Menular Seksual (HIV, Hepatitis dan Sifilis) dilingkungan Politeknik Harapan Bersama. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan akan meningkatkan pengetahuan, sehingga dapat merubah sikap kearah yang lebih baik.

  • HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI DESA MERANTI KABUPATEN MERANGIN JAMBI
    Vol 3 No 6 (2018)

    Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi yang sangat ideal bagi bayi. Namun kenyataannya, pengetahuan masyarakat tentang ASI masih kurang sehingga masih banyak ibu yang memberikan makanan selain ASI kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Desa Meranti, Kabupaten Merangin, Jambi. Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang berjumlah 33 orang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2017. Analisis data menggunakan Chi Square dengan α = 0,05. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas responden yang berpendidikan rendah paling banyak tidak memberikan ASI Eksklusif, yaitu sejumlah 11 responden (73,3%). Berdasarkan uji Chi-Square, ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan (p-value = 0,029). Responden yang memiliki pengetahuan kurang baik paling banyak tidak memberikan ASI Eksklusif, yaitu sejumlah 12 responden (92,3%). Berdasarkan uji Chi-Square, ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan (p-value = 0,032). Diharapkan tenaga kesehatan terus mengembangkan kegiatan promosi mengenai ASI Eksklusif pada ibu sejak masa kehamilan dan terus memotivasi ibu agar memberikan ASI Eksklusif sampai usia 6 bulan.

  • PERBEDAAN NYERI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN TEKNIK RELAKSASI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM
    Vol 3 No 5 (2018)

    Operasi Caesar adalah proses persalinan yang dilakukan dengan cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut atau vagina. Nyeri yang dirasakan ibu pasca sectio caesarea berasal dari luka yang terdapat dari perut. Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Tingkat dan keparahan nyeri pasca operatif terganggu pada fisiologis dan psikologis individu dan toleransi yang ditimbulkan nyeri. Rasa nyeri berbeda pada setiap individu. Melalui pengalaman nyeri, manusia mengembangkan beraneka mekanisme untuk mengatasi nyeri

    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik  relaksasi pada pasien section caesarea di Rumah Sakit  Grandmed Lubuk Pakam. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan model rancangan one group pretest postest. Data diambil dengan menggunakan lembar observasi yang selanjutnya dianalisa. Sampel pada penelitian ini adalah pasien sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Grandmed Lubuk Pakam sebanyak 11 orang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji t- test menunjukan bahwa p_Value=0.002<0.05 yang artinya ada perbedaan nyeri sebelum dan sesudah dilakukan teknik  relaksasi pada pasien section caesarea di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Disarankan  agar dapat menerapkan teknik relaksasi apabila terjadi nyeri sehingga dapat menjadikan pasien mandiri.

  • FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN P4K OLEH BIDAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KENDAL
    Vol 3 No 4 (2018)

    Berdasarkan data terbaru, di akhir 2016 kematian Ibu di Kabupaten Kendal mencapai 19 kematian. Program P4K merupakan salah satu program promosi kesehatan yang dilaksanakan di Kabupaten Kendal yang bertujuan untuk menurunkan kematian ibu akibat komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan P4K oleh bidan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam (depth interview) pada informan utama dan informan triangulasi. Jumlah informan utama 4 orang bidan desa dan informan triangulasi sebanyak 4 orang  ibu hamil dan 2 orang bidan coordinator Dinas Kesehatan Kaupaten Kendal. Pengambilan informan menggunakan cara purposive sampling. Analisis data dilakukan sebelum dilapangan, saat di lapangan menggunakan cara data collections, data reduction, data display dan concluions, setelah selesai di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program P4K oleh bidan belum optimal, pengetahuan bidang tentang P4K sudah baik. Ada ibu hamil yang tidak tahu tentang P4K dan stiker P4K.. Komunikasi antara bidan, kader, dan pihak-pihak yang terkait di lapangan terutama dalam pelaksanaan program P4K sudah berjalan dengan baik. Bidan sudah memiliki kompetensi dalam hal pendidikan dan pengetahuan. kader masih ada yang memiliki kompetensi yang kurang.

  • HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU HAMIL TERHADAP KETIDAKPATUHAN DALAM MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI PUSKEMAS PURWOKERTO BARAT BANYUMAS
    Vol 3 No 2 (2018)

    Sampai saat ini anemia masih merupakan masalah gizi utama yang diderita oleh ibu hamil. Namun program pemberian tablet besi pada wanita hamil yang menderita anemia kurang menunjukan hasil yang nyata disebabkan oleh kepatuhan minum tablet besi yang tidak optimal dan status besi Wanita Usia Subur (WUS) sebelum hamil sangat rendah,

    Tujuan Penelitian mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah di puskesmas Purwokerto Barat. Jenis Penelitian analitik observasional, Desain penelitian ini adalah cross sectional, Jumlah sampel 30 dilaksanakan di Puskesmas Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas, analisis univariat untuk menghitung distribusi frekuensi, analisis bivariat untuk melihat apakah ada hubungan antara variabel dependen dengan variabel dengan analisis Fisher's Exact Test. Hasil penelitian ini bahwa 40% responden tidak patuh mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD),  dua variabel yang terbukti secara statistik memiliki hubungan yang bermakna dengan ketidakpatuhan ibu dalam mengkonsumsi TTD yakni sikap dan perilaku ibu hamil dengan p value 0.000. Kesimpulan : pengetahuan secara statistik tidak berhubungan dengan ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi TTD, sedangkan sikap dan perilaku ibu yang berhubungan.

     

  • PENGARUH PENGETAHUAN TENTANG METODE KONTRASEPSI PRIA DENGAN DUKUNGAN TERHADAP SUAMI DALAM PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI PRIA PADA PUS DI RT 07 RW 03 KELURAHAN NGIJO KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
    Vol 3 No 3 (2018)

    Kondisi lingkungan sosial, budaya, masyarakat, dan keluarga yang masih menganggap partisipasi pria belum penting dilakukan, menjadi penyebab rendahnya partisipasi pria. Masalah KB dan kesehatan reproduksi masih dipandang sebagai tanggung jawab perempuan. Pengetahuan dan kesadaran pria dan keluarga mengenai KB masih relatif rendah. Selain itu, ada keterbatasan penerimaan dan aksesabilitas pelayanan kontrasepsi pria. Peningkatan partisipasi pria diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu, bayi dan anak, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mencegah dan menanggulangi infeksi saluran reproduksi serta penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS.

    Dari data Profil Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan bahwa selama tahun 2014, pemakaian kontrasepsi suntik merupakan yang tertinggi karena sifatnya yang praktis dan juga cepat dalam mendapatkan pelayanannya. Apabila dibandingkan dengan data tahun 2013, kontrasepsi suntik juga masih menduduki peringkat teratas, sedangkan kontrasepsi pria merupakan yang paling sedikit digunakan yaitu kondom dan MOP. Hal ini disebabkan banyak suami masih menganggap bahwa istri saja yang mempunyai kewajiban untuk menggunakan kontrasepsi sebagai upaya pengaturan kelahiran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan tentang metode kontrasepsi pria dengan dukungan terhadap suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria pada PUS di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

    Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan metode penelitian survei analitik yaitu survey atau penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Sampel dalam penelitian ini adalah semua istri pasangan usia subur yang bertempat tinggal di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang sejumlah 30 orang. Pada penelitian ini analisis bivariat dapat diuji menggunakan rumus Chi Square. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil, sebagian besar pengetahuan istri tentang metode kontrasepsi pria adalah kurang, sebagian besar istri tidak mendukung suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria dan tidak ada pengaruh pengetahuan tentang metode kontrasepsi pria dengan dukungan terhadap suami dalam penggunaan metode kontrasepsi pria pada pus di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngijo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Masyarakat diharapkan lebih aktif untuk mencari tahu serta mengakses informasi yang benar dan akurat tentang hal - hal yang berkaitan dengan penggunaan metode kontrasepsi pria termasuk efek samping dari penggunaan metode kontrasepsi pria baik kepada tenaga kesehatan, TV, media massa maupun internet.

  • PERBEDAAN EFEK PIJAT OKSITOSIN DAN PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI KOTA PEKALONGAN
    Vol 3 No 1 (2018)

    Masa nifas adalah periode penting seorang ibu yang disertai dengan penambahan tanggung jawab baru, yaitu pemberian ASI kepada bayi yang dilahirkannya. Namun, masih banyak ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui bayinya karena kurangnya produksi ASI. Perawatan payudara dan pijat oksitosin diketahui dapat membantu ibu nifas mengatasi permasalahan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek perawatan payudara dan pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas.

    Penelitian ini dilakukan dengan metode quasi eksperiment dengan memberikan intervensi perawatan payudara dan pijat oksitosin kepada 30 ibu nifas. hasil uji statistik Wilcoxon untuk data perawatan payudara menunjukkan nilai p 0.001 dan uji statistik paired t-test untuk data pijat oksitosin dengan nilai p 0.000. kedua hasil uji statistik menunjukkan adanya kesamaan peningkatan produksi ASI setelah tindakan perawatan payudara dan pijat oksitosin pada ibu nifas.

  • HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI PERUBAHAN MASA PUBERTAS PADA SISWA KELAS VI DI SD NEGERI 03 TRAYEMAN KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL
    Vol 2 No 7 (2017)

    Saat ini pengetahuan kesehatan reproduksi pra remaja masih rendah sehingga pra remaja menjadi kurang terarah dalam memasuki perubahan masa pubertas, karena mereka tidak memiliki pengetahuan, dan pemahaman untuk mempersiapkan dirinya menghadapi perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi perubahan masa pubertas pada siswa kelas VI  di SD Negeri 03 Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September dengan sampel 25 responden. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh .Metoda pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil : Uji statistik Kendal Tau diperoleh nilai korelasi 0,705 yang berarti korelasi positif, dengan demikian Ho ditolak dengan nilai p value 0,000. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil sebagian besar responden (66,7%) mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi remaja dan sebagian besar responden (73,2%) siap menghadapi perubahan masa pubertas. Hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan kesiapan menghadapi perubahan masa pubertas pada siswa kelas VI  di SD Negeri 03 Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal. Dengan adanya hasil penelitian tersebut diharapkan pihak institusi SD Negeri 03 Trayeman Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal  lebih meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja sehingga siswa siap menghadapi perubahan yang terjadi pada masa pubertas.

1 - 25 of 25 items 1 2 3 > >>