Berat Badan Lahir Rendah Berpengaruh terhadap Kejadian Anemia Defisiensi Besi di Wilayah Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas
DOI:
https://doi.org/10.37402/jurbidhip.vol3.iss1.36Keywords:
Bayi Prematur, Jenis Kelamin, Anemia Defisiensi BesiAbstract
Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan penyakit nutrisi yang banyak terjadi di seluruh dunia, hal ini berpengaruh kepada perempuan pada masa reproduksi dan anak- anak usia kurang dari 5 tahun dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti penurunan kecerdasan dan perkembangan motorik serta perilaku. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa ADB berkaitan dengan prematur atau bayi berat badan lahir rendah (BBLR), jenis kelamin, dan durasi menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian anemia defisiensi besi berdasarkan jenis kelamin, riwayat kelahiran prematur atau BBLR , riwayat pemberian ASI Eksklusif dan status gizi pada anak usia 12- 36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas. Penelitian crosssectional, dengan jumlah sampel sebanyak 153 balita. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pengukuran berat badan untuk menilai status gizi balita serta pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui kadar Hb dan feritin serum. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian ADB di wilayah Puskesmas Jatilawang sebesar 18,4%. Balita dengan jenis kelamin laki- laki memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian ADB (OR: 230,53) dan dengan riwayat kelahiran premature/ BBLR memiliki hubungan yang signifikan besar kedua (OR : 141,32). Sedangkan riwayat pemberian ASI Eksklusif dan balita dengan status gizi kurang memiliki risiko sebesar 61 kali dan 10,4 kali mengalami ADB. Program skrinning anemia defisiensi besi pada anak balita perlu dilakukan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya penanggulangan dini kejadian anemia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



